Posted by : Paris Jasmine Tuesday, January 15, 2013


BAB  I

PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
      Generasi muda merupakan tulang punggung bangsa yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Dalam mempersiapkan generasi muda sangat tergantung kepada kesiapan masyarakat, yakni dengan keberadaan budayanya. Termasuk didalamnya tentang pentingnya memberikan filter tentang perilaku-perilaku yang negatif,  antara lain ; minuman keras, mengkonsumsi obat terlarang, sex bebas dan lain-lain. Bencana yang terus menimpa bangsa ini tentunya dapat diperbaiki dengan proses waktu yang tertentu, namun bencana akibat rusaknya moral, bagaimana memperbaikinya ? Dalam pergaulan bebas remaja sekarang kita lihat sangat menyedihkan, lihat saja dilingkungan sekitar kita kebanyakan yang menjadi korban pergaulan bebas adalah remaja belia. Kebanyakan mereka yang masih duduk di bangku SMP dan SMA. Dalam pergaulan bebas ini mereka akan ikut-ikutan dengan kawan mereka atau karena ajakan kawan mereka.
Disinilah mereka memulai yang namanya metode coba-coba hingga akhirnya kecanduan. Dari yang minum-minuman keras, memakai narkoba hingga akhirnya terjadilah sex bebas. Kita lihat saja kalau sudah malam minggu atau malam libur banyak remaja-remaja yang begadang tanpa keperluan yang jelas. Mungkin tanpa disadari pemerintah dan orang tua juga lalai dalam menangani pergaulan bebas ini. Lihat saja sekarang contoh di kota Medan  sudah ada berapa banyak diskotik yang tidak terlalu dipantau oleh dinas pariwisata. Dikostik juga dapat sebagai pemicu kerusakan moral para remaja saat ini, karena masuk diskotik sudah tidak ada cek KTP. Mungkin saja yang masuk diskotik belum cukup umur. Tapi, karena kelalaian itulah banyak yang belum cukup umur masuk diskotik. Mungkin didalam diskotik 75% pengunjung minum alkohol, 20% memakai narkoba dan mungkin hanya 5% saja yang tidak mengkonsumsi apa-apa. Setelah mabuk tanpa sadar maka disinilah yang sering terjadi seks bebas. Dengan istilah “Sex After Dugem”. Setelah beberapa kali melakukan seks kadang tanpa si wanita sadari dia telah hamil. Disinilah yang terjadi pernikahan dini bila si pria mau menikahi si wanita. Tetapi bagaimana jika si pria tidak mau atau tidak bertanggung jawab? maka terjadilah yang namanya aborsi karena si wanita malu dan belum siap menjadi seorang ibu. Tanpa dia pikirkan apa bahaya dari aborsi itu sendiri. Aborsi sendiri adalah penguguran janin atau membuang janin sengaja sebelum waktunya, sebelum dapat lahir secara alamiah. Padahal dampak atau resiko aborsi sangat berbahaya. Dampak pada mental wanita tersebut mungkin wanita tesebut akan mengalami gangguan jiwa atau tertekan batin karena penyesalan yang tidak ada hentinya. Dampak kesehatan atau keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi mungkin akan mengalami kematian mendadak karena pendarahan hebat atau karena pembiusan yang gagal dan dampak dibelakangan hari juga tidak sedikit mungkin saja si wanita tersebut mengalami luka dalam yang lama kelamaan semakin parah dan berujung kematian juga.  Oleh karena itu pemerintah dan orang tua harus mampu mengambil tindakan dan menyaring pengaruh yang berhak dan berdampak negatif bagi para remaja. Begitu pula peran remaja harus mampu mengendalikan diri dan menghindari hubungan seks pra nikah.

1.2    Rumusan Masalah
      Berdasarkan dari latar belakang di atas dan untuk menghindari permasalahan yang lari dari jalur fokus kajian yang telah ditetapkan sebelumnya, serta mempermudah penginformasian terhadap masalah yang dibahas . Maka penyusun hanya akan membahas uraian masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana dampak pergaulan bebas terhadap remaja?
2. Bagaimana cara menanggulangi pergaulan bebas?
3. Bagaimana seharusnya pergaulan dalam kehidupan remaja?
4. Apa itu HIV/AIDS ?
5. Penyebab HIV/AIDS dan Pencegahannya ?

1.3 Batasan Masalah
      Mengingat cakupan permasalahan remaja cukup luas, maka penyusun perlu membatasi masalah-masalah pada karya tulis ini ke dalam beberapa rumusan masalah, diantaranya :
1. Pergaulan bebas.
2. Dampak Pergaulan Bebas, khususnya dalam penyakit HIV/AIDS.
3. Penanggulangan pergaulan bebas.

1.4 Tujuan
      Adapun tujuan dari pembahasan dampak pergaulan bebas terhadap remaja, adalah:
1. Untuk mengetahui “ mengapa remaja menjadi korban dari pergaulan bebas”?
2. Untuk mengetahui dampak dari pergaulan bebas.
3. Untuk mengetahui cara menanggulangi pergaulan bebas.
4. Untuk mengetahui cara menghindari dari pergaulan bebas.
5. Untuk mengetahui dampak dari HIV/AIDS.

1.5 Manfaat
      Manfaat dari pembahasan dari pergaulan bebas, adalah :
1. Sebagai bahan informasi bagi pembaca untuk menghindari pergaulan bebas.
2. Sebagai bahan informasi bagi penyusun untuk menambah wawasan tentang
     pergaulan bebas.
3. Sebagai bahan informasi tata cara bergaul yang baik di kalangan remaja.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1   Pengertian Pergaulan Bebas
      Pergaulan bebas suatu kebutuhan hidup dari makhluk manusia, sebab manusia adalah makhluk sosial yang dalam kesehariannya membutuhkan orang lain dan hubungan antar manusia dibina melalui suatu pergaulan (interpersonal relationship).  Pergaulan juga adalah HAM setiap individu dan itu harus dibebaskan, sehingga setiap manusia tidak boleh dibatasi dalam pergaulan, apalagi dengan melakukan diskriminasi, sebab hal itu melanggar HAM. Jadi pergaulan antar manusia harusnya bebas, tetapi tetap mematuhi norma hukum, norma agama, norma budaya, serta norma bermasyarakat. Jadi, kalau secara medis kalau pergaulan bebas namun teratur atau terbatasi aturan-aturan dan norma-norma hidup manusia tentunya tidak akan menimbulkan ekses-ekses seperti saat ini. Pergaulan bebas sering dikonotasikan dengan sesuatu yang negatif seperti seks bebas, narkoba, kehidupan malam, dan lain-lain. Memang istilah ini diadaptasi dari budaya barat dimana orang bebas untuk melakukan hal-hal diatas tanpa takut menyalahi norma-norma yang ada dalam masyarakat. Berbeda dengan budaya timur yang menganggap semua itu adalah hal tabu sehingga sering kali kita mendengar ungkapan “jauhi pergaulan bebas”.

2.1.1 Defenisi Pergaulan Bebas di Kalangan Remaja
      Pergaulan bebas merupakan kebutuhan hidup dari makhluk manusia sebab manusia adalah makhluk sosial yang dalam kesehariannya membutuhkan orang lain, dan hubungan antar manusia dibina melalui suatu pergaulan (interpersonal relationship). Pergaulan juga adalah HAM setiap individu dan itu harus dibebaskan, sehingga setiap manusia tidak tidak boleh dibatasi dalam pergaulan, apalagi dengan melakukan diskriminasi, sebab hal itu melanggar HAM. Jadi pergaulan antar manusia harusnya bebas, tetapi tetap mematuhi norma hukum, norma agama, norma budaya, serta norma bermsayarakat. Jadi, kalau secara medis kalau pergaulan bebas namun teratur atau terbatasi aturan-aturan dan norma-norma hidup manusia tentunya tidak akan menimbulkan ekses-ekses seperti saat ini. Namun, dalam masyarakat pergaulan bebas memiliki arti yang berbeda. Dari segi bahasa pergaulan artinya proses bergaul, sedangkan bebas artinya terlepas dari ikatan. Jadi pergaulan bebas artinya proses bergaul dengan orang lain tetapi terlepas dari norma yang mengatur tentang pergaulan. Pergaulan bebas tidak mengenal batas-batas pergaulan.
Para remaja dengan bebas saling bercengkrama, bercampur baur antara lawan jenis, akibatnya mudah di telusuri berkembanglah budaya pacaran.

2.1.2        Faktor – Faktor Pergaulan Bebas Seorang anak dapat terjerumus ke
dalam pergaulan bebas disebabkan oleh : 

1. Arus globalisasi Seiring dengan semakin cepatnya arus globalisasi, banyak budaya Barat yang tidak sesuai dengan budaya Timur (Indonesia) masuk ke Indonesia. Budaya Timur yang awalnya pacaran pada usia remaja dianggap tabu oleh masyarakat, tetapi semakin akibat kuatnya pengaruh arus globalisasi tersebut menyebabkan pacaran sebagai hal biasa.

2. Pengaruh teman atau kelompok sepermainan. Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa sekarang ini teman ialah tempat menampung segala keluh kesah kita. Namun, apabila kita kita salah mencari teman, mereka akan menghibur kita, mereka akan mengajak kita mencari solusi semua masalah kita dengan mengajak kita clubbing, merokok, apalagi mencari menggunakan ganja.

3. Pengaruh media massa Sekarang, untuk mendapatkan suatu video, gambar dan cerita-cerita tentang seks dan pornografi lainnya sangat mudah, tinggal cari di internet dengan mengunjungi situs-situs yang meyediakan layanan dewasa tersebut selain itu juga film-film dewasa tersebut juga sudah dijual oleh para pedagang kaset dan video. Begitu mudahnya akses untuk mendapatkan hal-hal yang berbau pornografi sekarang ini menyebabkan semakin meningkatnya angka perilaku seks bebas di kalangan remaja.

 4. Iman yang lemah pemahaman religi/ agama yang kurang, sehingga iman sangat mudah untuk digoyahkan untuk berbuat yang tidak baik dan tidak lagi dapat memahami akibat dari pergaulan bebas, baik berakibat didunia maupun diakhirat pada akhirnya.

5. Pandangan orangtua anak-anak tumbuh menjadi remaja, mereka belum paham dengan sex education, sebab orang tua masih menganggap bahwa membicarakan mengenai seks adahal hal yang tabu. Orang tua juga melakukan kesalahan, dengan tidak memberikan pendidikan yang memadai di rumah dan membiarkan anak-anak mereka.
 Sehingga dari ketidak fahaman tersebut para remaja merasa tidak bertanggung jawab dengan seks atau kesehatan anatomi reproduksinya.

2.1.3        Dampak Pergaulan Bebas
      Dampak dari pergaulan bebas akan menimbulkan perilaku-perilaku yang negatif, antara lain ; negatif minuman keras, mengkonsumsi obat terlarang, sex bebas dan lain-lain yang dapat menyebabkan terjangkitnya penyakit HIV/AIDS. Melakukan hubungan seks secara bebas merupakan akibat pertama dari pergaulan bebas yang merupakan lingkaran setan yang tidak ada putusnya dengan berbagai akibat di berbagai bidang, antara lain di bidang sosial, agama dan kesehatan. Yayah Khisbiyah (1994), misalnya : mengutip pelbagai hasil penelitian menunjukkan intensitas angka kehamilan remaja di luar nikah. Lembaga konseling remaja, Sahabat Remaja, menemukan dari berbagai kasus yang mereka tangani pada tahun 1990 dijumpai ada 80 remaja usia 14-24 tahun yang hamil sebelum nikah. Penelitian di Manado dilaporkan oleh Warouw mengambil 663 sampel secara acak dari 3.106 orang meminta induksi haid ditemukan sebanyak 472 responden yang belum menikah (71,3%) mengalami kehamilan yang tidak dikehendaki (unwanted pregnancy). Dari jumlah tersebut, 291 responden (28,8%) berusia 14-19 tahun, 345 responden (52%) berusia 20-24 tahun. Pakar seks juga specialis Obstetri dan Ginekologi Dr. Boyke Dian Nugraha di Jakarta mengungkapkan, dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat. Dari sekitar lima persen pada tahun 1980-an, menjadi dua puluh persen pada tahun 2000. Kisaran angka tersebut, kata Boyke, dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Palu dan Banjarmasin. Bahkan di pulau Palu, Sulawesi Tenggara, pada tahun 2000 lalu tercatat remaja yang pernah melakukan hubungan seks pranikah mencapai 29,9 persen. Berdasarkan penelitian di berbagai kota besar di Indonesia, sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks. Celakanya, perilaku seks bebas tersebut berlanjut hingga menginjak ke jenjang perkawinan. Ancaman pola hidup seks bebas remaja secara umum baik di pondokan atau kos-kosan tampaknya berkembang semakin serius. Sebagai remaja yang baik, tentu kita tidak ingin hal itu terjadi, bukan? Oleh karena itu, berilah jarak antara kita dengan pergaulan bebas yang merajalela. Karena, dampak dari pergaulan bebas tersebut hampir kebanyakan merupakan dampak negatif, salah satunya kita bisa terjangkit virus HIV/AIDS (Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome). Dan masih banyak lagi dampak-dampak negatif lainnya.

2.1.4 Bahaya Bagi Remaja
       Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anak dan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remaja akan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulah bila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkan hancurlah masa depannya. Pada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trend dan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semua kecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remaja untuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlah pengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja. Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, para remaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telah terbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsa ini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkoba dan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber daya manusia bagi bangsa.

2.2 Seks Bebas, Dampak sex bebas dan Penanggulangannya
      Seks bebas ialah tindakan seksual yang dilakukan sebelum pada waktunya (menikah). Seks bebas ini biasanya dilakukan oleh remaja terutama yang berpacaran. Namun, rasa cinta dan sayang yang mereka lakukan disalahartikan dengan melakukan hubungan seksual. Awalnya, remaja hanya bergandengan tangan, tetapi karena hormon yang merangsang dan berbagai faktor seperti pengaruh budaya barat, selanjutnya mereka mulai mencumbu satu sama lain, lama-kelamaan, laki-laki mengajak pacar perempuannya untuk melakukan hubungan yang tidak senonoh itu. Beruntung apabila si perempuan tidak meladeni pacarnya itu.
      Dari sisi kesehatan, perilaku seks bebas bisa menimbulkan berbagai gangguan. Diantaranya, dapat menyebabkan terjangkitnya penyakit HIV/AIDS, terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Selain tentunya kecenderungan untuk aborsi, juga menjadi salah satu penyebab munculnya anak-anak yang tidak diinginkan. Keadaan ini juga bisa dijadikan bahan pertanyaan tentang kualitas anak tersebut, apabila ibunya sudah tidak menghendaki. Seks pranikah, lanjut Boyke  juga bisa meningkatkan resiko kanker mulut rahim. Jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun, risiko terkena penyakit tersebut bisa mencapai empat hingga lima kali lipat.
      Pada saat ini sangat marak terjadi pergaulan bebas di kalangan remaja. Banyak sekali para remaja atau anak-anak muda yang terjerumus dalam pergaulan tidak sehat ini.
Mereka tidak menyadari bahwa hal itu menyebabkan masa depan mereka terancam. Sekarang, sangat marak sekali diberitakan di televisi, radio ataupun media cetak yang mengabarkan tentang remaja nakan yang berpesta sabu-sabu/narkoba. Kasus pengeroyokan dan tawuran di kalangan anak SMA. Bahkan yang lebih marak lagi adalah kasus free seks (Seks Bebas) yang banyak dilakukan oleh remaja berumur 13 hingga 17 tahun ke atas. Saya membaca dari koran Jawapos edisi minggu lalu, dijelaskan disitu bahwa anak SMA kelas 3 memperkosa adik kelasnya yang duduk di kelas 1 SMA. Setelah diperiksakan di Rumah Sakit, ternyata remaja putri ini sudah hamil 2 bulan. Keluarganya benar-benar menanggung rasa malu. Karena anaknya hamil diluar nikah. Karena tidak terima, pada akhirnya keluarga korban melaporkan kepada pihak kepolisian. Bahkan saya juga mendengar dari teman saya sendiri. Bahwa ada tetangganya yaitu seorang bapak berumur sekitar 40 tahun. Bapak itu tega memperkosa anaknya yang berumur 19 tahun. Mendengar berita itu saya sangat kecewa. Banyak sekali terjadi pelecehan seksual. Bahkan sekarang ini marak sekali diberitakan di infotaiment tentang kasus artis muda yaitu Sheila Marcia yang berumur 19 tahun, yang sudah menggunakan narkoba. Seharusnya kita perlu mempunyai kesadaran diri bahwa peranan kita ini adalah sebagai generasi penerus bangsa Indonesia.  Wajib untuk mengharumkan nama bangsa Indonesia. Juga kita harus menjadi kebanggaan negeri, orang tua, keluarga dan diri sendiri juga tidak lupa kepada Tuhan. Dalam maraknya kenakalan remaja, peranan orang tua/keluarga sangat penting untuk mengawasi tingkah lakunya putra-putri mereka. Untuk mencegah supaya anak-anak remaja/anak-anak muda agar tidak terjerumus dalam pergaulan tidak baik. Perlu sekali para orang tua mengawasi anaknya. Orang tua harus lebih memperhatikan anaknya. Kita juga harus pintar memilih teman atau bergaul dengan teman yang baik dan tidak macam-macam. Dan yang paling penting kita mendekatkan diri pada Tuhan. Mohon bimbingan dan petunjuk-Nya agar kita selalu berada di jalan yang benar. Kita juga bisa mengeksplor ketrampilan kita dan juga mengisi waktu luang dengan hal-hal yang positif. Contohnya : yaitu pergi beribadah, belajar kelompok dengan teman-teman dll. Berikut ini beberapa uraian peranan remaja di berbagai kalangan untuk menanggulangi kenakalan remaja, pergaulan tidak sehat/bebas dan lain-lain.

2.2.1 Peranan Remaja Dibidang Kerohanian
      Sebagai remaja untuk menghindari dalam segi pergaulan yang baik harus mendekatkan diri pada Tuhan. Karena kita sangat membutuhkan bimbingan Tuhan. Baiknya kita harus lebih rajin beribadah dan berdoa pada Tuhan. Dan mengisi dengan kegiatan / hal-hal yang positif.
Contohnya : mengikuti kegiatan tartil disekolah. Pergi ke masjid dan bagi umat christyani, rajin pergi ke gereja. Kita juga perlu memperdalam pelajaran ke rohanian agar kita dapat mengamalkan perbuatan yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Agar iman kita lebih bertumbuh dan dikuatkan lagi. Dengan hal ini sedikit besar pasti akan bisa untuk menanggulangi pergaulan bebas atau kenakalan di kalangan remaja.

2.2.2 Peranan Remaja Dibidang Lingkungan
1. Lingkungan Keluarga Dalam hal ini sangat penting sekali peranan keluarga untuk mengawasi tingkah laku anaknya. Agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. Menjaga hubungan dalam keluarga haruslah harmonis. Antara anak dan orang tua harus saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Terciptanya rasa saling mengasihi antara anggota keluarga. Saling berbagai cerita dan pengalaman. Diperlukan sikap yang jujur dan terbuka dalam segala hal apapun yang terjadi.

2. Lingkungan Pergaulan. Sebagai remaja didalam segi pergaulan sangatlah penting. Terutama untuk menambah wawasan dan pengetahuan. Dalam bergaul itu kita tentu mengenal pengetahuan yang baik dan yang buruk.   Kita juga di tuntut untuk bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak benar. Tentunya kita harus menggunakan pikiran dan hati nurani yang bersih. Kita sangat membutuhkan tuntunan dan bimbingan Tuhan serta koordinasi orang tua. Sangatlah penting dalam hidup kita untuk menaggulangi pergaulan bebas di masa puber ini.
                                                      
2.3          Penyakit HIV/AIDS
  Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas.Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual. Padah kita ketahui sampai saat ini belum ada obat dari penyakit AIDS ini.
Jika telah kena penyakit ini kita hanya menunggu waktu mati saja, karena kita sudah tidak dapat berbuat apa-apa. Semakin memprihatinkan penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa, cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul diantara remaja. Oleh sebab itu mengembangan model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidik (konselor) sebaya menjadi sangat penting.

2.3.1 Pengertian HIV/AIDS
      HIV (human immunodeficiency virus) adalah sebuah retrovirus yang menginfeksi sel sistem kekebalan tubuh manusia - terutama CD4+ Sel T dan macrophage, komponen vital dari sistem sistem kekebalan tubuh "tuan rumah" - dan menghancurkan atau merusak fungsi mereka. Infeksi dari HIV menyebabkan pengurangan cepat dari sistem kekebalan tubuh, yang menyebabkan kekurangan imun. HIV merupakan penyebab dasar AIDS.
Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa HIV secara terus menerus memperlemah sistem kekebalan tubuh dengan cara menyerang dan menghancurkan kelompok-kelompok sel-sel darah putih tertentu yaitu sel T-helper. Normalnya sel T-helper ini (juga disebut sel T4) memainkan suatu peranan penting pada pencegahan infeksi. Ketika terjadi infeksi, sel-sel ini akan berkembang dengan cepat, memberi tanda pada bagian sistem kekebalan tubuh yang lain bahwa telah terjadi infeksi. Hasilnya, tubuh memproduksi antibodi yang menyerang dan menghancurkan bakteri-bakteri dan virus-virus yang berbahaya.

2.3.2 Gejala-Gejala Penyakit HIV-AIDS
       Untuk memastikan apakah seseorang kemasukan virus HIV, ia harus memeriksakan darahnya dengan tes khusus dan berkonsultasi dengan dokter. Jika dia positif mengidap AIDS, maka akan timbul gejala-gejala yang disebut degnan ARC (AIDS Relative Complex) Adapun gejala-gejala yang biasa nampak pada penderita AIDS adalah:
1. Lelah berkepanjangan
2. Sering demam (>38 °C)
3. Sesak nafas dan batuk berkepanjangan
4. Berat badan turun mencolok

2.3.3 Bagaimana Mencegah Tertularnya HIV/AIDS?
 Melakukan penyebarluasan informasi HIV/AIDS kepada teman, kelompok dan keluarganya untuk mengurangi keresahan akibat berita yang salah dan menyesatkan.
Menghindari atau mencegah penyebaran HIV/AIDS pada diri sendiri, keluarga dan kelompoknya dengan jalan, antara lain :
1. Mempertebal iman dan taqwa agar tidak terjerumus ke dalam hubungan seksual pra nikah dan di luar nikah serta berganti-ganti pasangan.
2. Hindari alat tercemar. Alat kedokteran disteril (disucihamakan) dengan betul
jarum tindik, tato, alat salon harus steril
3. Penderita HIV/AIDS sadar untuk tidak menularkan penyakit pada orang lain
4. Hindarkan penyalahgunaan obat narkotika, alkoholisme dan segala bentuk pornografi yang dapat merangsang ke arah perbuatan seksual yang menyimpang.
5. Kalau suami istri sudah terinfeksi virus HIV, maka pakailah kondom dengan benar dalam melakukan hubungan seksual.
6. Melakukan tindakan pengamanan terhadap pencemaran virus HIV/AIDS melalui jarum suntik, transfusi darah dan luka yang terbuka.
7. Bagi wanita pengidap virus HIV dianjurkan untuk tidak hamil.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
      Dari paparan diatas maka dapat disimpulkan dampak pergaulan bebas, antara lain :
1. Melakukan hubungan seksual secara bebas yang mengakibatkan kehamilan, remaja/kehamilan sebelum nikah yang mempunyai resiko : Pengguguran kandungan/aborsi, rasa malu atau putus asa, terpaksa menikah.
2. Beresiko tertular penyakit menular seksual.
3. Penggunaan narkoba dan obat-obatan terlarang dapat merusak moral generasi muda.
Adapun cara mencegah pergaulan bebas, adalah :
1.  Menanamkan nilai agama, moral dan etika.
2. Pendidikan yang diberikan hendaknya tidak hanya intelektual, tetapi juga mengembangkan kemauan emosional agar dapat mengembangkan rasa percaya diri.
3. Pendidikan dan penyuluhan seksual kepada para remaja.

3.2. Saran
1. Bagi pemerintah diharapkan memberi bimbingan dan penyuluhan kepada anak remaja agar tidak salah dalam memilih pergaulan.
2. Bagi orangtua diharapkan memberi kasih sayang tidak hanya limpahan materi saja tetapi perlu juga memperhatikan tingkah laku anak-anaknya agar tidak salah jalan.
3. Bagi para remaja isilah hidup dengan kegiatan yang positif dan jangan mencoba hal-hal yang memberikan kenikmatan sesaat.
 DAFTAR PUSTAKA




















Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Welcome to My Blog

Translate

song

Time

Visitor

Flag Counter
Powered by Blogger.

- Copyright © 2013 My Favorite -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -